Laga Testimonial Carrick Yang Penuh Emosional

Minggu, 4 Juni 2017 kemarin Michael Carrick baru saja menjalani laga testimonialnya bersama Manchester United. Laga tersebut merupakan peringatan ke-11 tahunnya pemain bernomor punggung 16 ersebut berkarir bersama Manchester United. Dalam peringatan tersebut digelarlah laga antara Manchester United ’08 XI melawan Michael Carrick All-Star XI yang berakhir imbang 2-2.

Kedua klub dihuni oleh sejumlah pemain yang sempat mewarnai perjalanan karir Carrick sepanjang sebelas tahun ini. Sejumlah mantan punggawa Manchester United seperti Ryan Giggs dan Paul Scholes serta sang manajer legendaris, Sir Alex Ferguson ditunjuk untuk mengisi skuad Manchester United ’08 XI. Sementara di kubu Michael Carrick All-Star XI, terlihat nama seperti Michael Owen dan John Terry.

Laga testimonial tersebut berlangssung cukup seru meskipun dipenuhi oleh para pemain yang kini usianya tidak lagi muda. Meski begitu, tampaknya kedua tim masih menunjukan performa terbaik mereka masing-masing. Partai ini juga berakhir manis bagi Carrick karena dirinya berhasil mencetak gol penyeimbang kedudukan. Ini disebabkan karena United ’08 sempat dua kali tertinggal.

Carrick Cetak Gol Penyelamat

Ekspresi Carrick usai mencetak gol penyama kedudukan
Ekspresi Carrick usai mencetak gol penyama kedudukan

Skuad Michael Carrick All-Star XI sempat memimpin lebih dahulu lewat aksi Gaizka Mendieta pada menit ke-22. Legenda Valencia tersebut sukses mengelabui kiper Edwin van der Sar usai menerima umpan dari Robbie Keane. Akan tetapi, United ’08 XI langsung bereaksi cepat.

Berawal dari aksi sepak pojok Ryan Giggs yang kemudian disambut sundulan Nemanja Vidic yang bersarang di gawang Shay Given pada menit ke-28. Paruh pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Pada babak kedua atau tepatnya menit ke-64, Keane membawa Michael Carrick All-Star XI kembali unggul.

Namun, Carrick yang menjabat kapten United ’08 XI mencetak gol penyelamat yang sekaligus menutup laga testimonial dengan skorr 2-2 tersebut pada menit ke-82. Usai laga tersebut, Carrick pun memberikan komentarnya kepada media setempat. Sang pemain beruiaa 35 tahun tersebut merasa bangga bisa melakoni laga tersebut.

“Ini luar biasa. Saya memikirkan pertandingan ini sejak jauh hari. Setiap pemain dalam kondisi fit dan bermain bagus. Pertandingan tadi berjalan hebat. Semua orang menikmatinya. Saya merasa senang bisa mencetak gol. Terutama, anak-anak saya yang menonton di tribune, karena mereka berharap bisa bisa mencetak gol,” ujar Carrick.

Fergie : Carrick Pemain Yang Berkarakter

Carrick bersalaman dengan Sir Alex Ferguson
Carrick bersalaman dengan Sir Alex Ferguson

Dalam laga tersebut, Sir Alex Ferguson ditunjuk menjadi manajer skuad Manchester United ’08 XI. Pelatih yang berasal dari Skotlandia tersebut pun mengaku punya kesan yang mendalam pada sosok Michael Carrick. Bagi Fergie, Carrick adalah pemain yang punya karakter kuat dan salah satu pembelian suksesnya.

Fergie memutuskan untuk membeli Carrick seharga 27 juta euro dari Spurs. Kala itu, Carrick memang disebut akan jadi penerus Roy Keane. Namun, ia justru tampil dengan karakter yang sangat berbeda dengan Keane. Carrick bukan pemain yang keras dan mengandalkan tekel atau duel. Ia lebih mengedepankan kemampuan membaca permainan dan karakter.

“Sejak membeli Carrick di tahun 2006, karakternya selalu luar biasa. Dia adalah begitu senang sepakbola, karakter dan ditambah dengan kemampuannya saya selalu yakin dia akan meraih sukses besar. atu hal yang menjengkelkan saya yakni saat kami hendak membelinya adalah saat itu usianya masih 16 tahun, dia masih bermain di West Ham,” ujar Sir Alex Ferguson pada wartawan.

Hal tersebut juga diamini oleh mantan rekan Carrick, Paul Scholes. Menurut Scholes Carrick mendapat tanggung jawab yang lumayan berat untuk menggantikan Keane. Namun ternyata gelandang bertahan tersebut sukses untuk mengatasi tekanan tersebut.

“Saya ingat Michael datang dan mengambil nomor 16 milik Roy Keane, salah satu gelandang terbaik Premier League. Dia mendapat beban yang besar, namun saya kira dia sudah cukup membuktikan dirinya layak mengenakan nomor itu. Dia mungkin tak mendapat kredit yang layak ia dapat kala itu, namun ia mulai menerima itu sekarang.”