Bom Meledak di Manchester Arena Menewaskan Puluhan Korban

Kota Manchester sedang berduka, sebuah bom meledak bersamaan dengan konser artis internasional, Ariana Grande. Dalam konser yang digelar di Manchester Arena tersebut, korban sedikitnya mencapai hingga 70 jiwa dengan 22 orang meninggal dunia dan kurang lebih 50 orang luka-luka. Atas insiden ini, konser tersebut terpaksa dihentikan oleh pihak kepolisian setempat.

Semua korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, dan kinin pihak kepolisian Kota Manchester pun masih terus melakukan penyidikan. Terkait dengan kasus teror bom ini, belum ada konfirmasi resmi tentang ada atau tidaknya para pemain Manchester United maupun Manchester City yang menjadi korban. Meski begitu, pihak klub memutuskan untuk menutup dan menghentikan segala kegiatan di stadion.

Dengan terjadinya musibah teror bom ini, ucapan belasungkawa pun datang dari banyak pihak, khususnya sepakbola di seluruh dunia. Pihak Manchester United telah mengeluarkan ungkapan bela sungkawa mereka lewat situs resminya. Bahkan para pemain pun secara personal juga turut menyampaikan turut berduka menyusul kejadian yang menimpa kota Manchester tersebut.

Bom Terjadi Saat Konser Ariana Grande

Polisi membantu evakuasi penonton konser Ariana Grande yang terkena serangan Bom
Polisi membantu evakuasi penonton konser Ariana Grande yang terkena serangan Bom

Sebuah bom meledak bersamaan dengan berlangsungnya konser Ariana Grande yang digelar di Manchester Arena, Manchester. Konser yang digelar pada Senin 22 Mei kemarin ini menyisakan trauma yang cukup mendalam baik bagi Ariana Grande maupun seluruh warga Kota Manchester. Rasa duka tersebut tanpa terkecuali mendera seluruh jajaran klub Manchester United.

Konser penyanyi wanita muda tersebut pun terpaksa dibubarkan demi keselamatan. Dan menanggapi soal teror yang menewaskan lebih dari 20 orang ini, Ariana Grande pun akhirnya buka suara. Ariana memberikan pernyataan meminta maaf dan belasungkawa atas terjadinya serangan om yang terjadi dalam konsernya tersebut. Dirinya menuliskan ungkapan tersebut di sosial media twitter.

“Broken. From the bottom of my heart, I am so so sorry. I don’t have words.
(Hancur. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya benar-benar meminta maaf. Saya tidak dapat berkata-kata,)” tulisnya Ariana Grande dalam akun twitternya tersebut.

Meski sempat terlihat cukup shock atas kejadian teror bom di konsernya tersebut, pihak manajemen Ariana Grande telah memberikan konfirmasi bahwa sang artis tidak mengalami luka fisik. Hanya saja Ariana sampai saat ini masih terlihat cukup terguncang secara psikis.

Belasungkawa Dari Para Pemain United

Pihak kepolisian mencoba membantu menenangkan korban yang sedang shock
Pihak kepolisian mencoba membantu menenangkan korban yang sedang shock

Sebagai salah satu klub raksasa di Inggris khususnya di kota Manchester, The Red Devils pun ikut mengungkapkan rasa belasungkawanya atas kasus teror bom yang menimpa konser Ariana Grande tersebut. Melalui situs resminya, klub menyampaikan turut berduka cita dan menyatakan siap membantu proses penyidikan pihak kepolisian setempat.

“Semua elemen Manchester United mengungkapkan berduka cita atas insiden di Manchester Arena. Kami berdoa kepada orang-orang yang terkena imbas kejadian itu. Staf klub siap membantu pihak kepolisian dan layanan darurat lain dengan cara apapun yang dibutuhkan untuk kota ini. Toko, museum, restoran, dan tur stadion Old Trafford ditutup pada Selasa ini,” pihak klub mengungkapkan.

Di luar klub, para pemain Manchester United juga turut menyampaikan rasa belasungkawanya secara pribadi. Termasuk sang kapten, Wayne Rooney serta Paul Pogba yang sempat merasakan peristiwa serupa yang menyerang Paris saat Euro 2016 yang lalu.

“Berita yang mengejutkan dan membuatku prihatin di pagi hari. Berdoa dan saling menguatkan terhadap mereka yang menjadi korban,” ujar Rooney.

“Saya mengirim rasa duka terhadap seluruh keluarga yang menjadi korban serangan bom di Manchester. Saya ikut prihatin terhadap keluarga yang kehilangan anggota keluarga mereka, seseorang yang tanpa berdosa menjadi korban,” ungkap gelandang asal Perancis tersebut.